Archive for June, 2011

Jun 16 2011

Pengguntingan Uang

Published by under Artikel

Gunting Sjafruddin adalah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Syafruddin Prawiranegara, Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta II, yang mulai berlaku pada jam 20.00 tanggal 10 Maret 1950.

Menurut kebijakan itu, “uang merah” (uang NICA) dan uang De Javasche Bank dari pecahan Rp 5 ke atas digunting menjadi dua. Guntingan kiri tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai setengah dari nilai semula sampai tanggal 9 Agustus pukul 18.00. Mulai 22 Maret sampai 16 April, bagian kiri itu harus ditukarkan dengan uang kertas baru di bank dan tempat-tempat yang telah ditunjuk. Lebih dari tanggal tersebut, maka bagian kiri itu tidak berlaku lagi. Guntingan kanan dinyatakan tidak berlaku, tetapi dapat ditukar dengan obligasi negara sebesar setengah dari nilai semula, dan akan dibayar empat puluh tahun kemudian dengan bunga 3% setahun. “Gunting Sjafruddin” itu juga berlaku bagi simpanan di bank. Pecahan Rp 2,50 ke bawah tidak mengalami pengguntingan, demikian pula uang ORI (Oeang Republik Indonesia).

Kebijakan ini dibuat untuk mengatasi situasi ekonomi Indonesia yang saat itu sedang terpuruk–utang menumpuk, inflasi tinggi, dan harga melambung. Dengan kebijaksanaan yang kontroversial itu, Sjafruddin bermaksud sekali pukul menembak beberapa sasaran: penggantian mata uang yang bermacam-macam dengan mata uang baru, mengurangi jumlah uang yang beredar untuk menekan inflasi dan dengan demikian menurunkan harga barang, dan mengisi kas pemerintah dengan pinjaman wajib yang besarnya diperkirakan akan mencapai Rp 1,5 miliar.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gunting_Syafruddin

No responses yet

Jun 16 2011

Ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin

Published by under Artikel

Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)

Keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 membuat Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonominya menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan bermuara pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik, dan ekonomi. Tapi nyatanya, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah pada masa itu belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.

Hal-hal penting yang  terjadi, antara lain:

  1. Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang, seperti uang pecahan kertas Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1.000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
  2. Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Kondisi ini dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962, harga barang-baranga naik hingga 400 persen.
  3. Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1.000 menjadi Rp 1. Sehingga, uang rupiah baru mestinya dihargai 1.000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka, tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.

Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Pada masa ini, banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat.

Sumber ; http://koran.republika.co.id/koran/203/137181/Ekonomi_Indonesia_dari_Masa_ke_Masa

No responses yet

Jun 16 2011

Ekonomi pada masa Demokrasi Liberal

Published by under Artikel

Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)

Masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik dan sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Padahal, pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Pada akhirnya, sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Di masa ini, muncullah upaya-upaya untuk mengatasi masalah ekonomi, antara lain:

  1. ‘Gunting Sjafruddin’, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) pada 20 Maret 1950. Istilah ‘Gunting Sjafruddin’ ini melekat pada era Sjafruddin Prawiranegara menjadi Menteri Keuangan pada kabinet Hatta II. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
  2. Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing. Impor barang tertentu dibatasi dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi. Pemberian kredit juga diberikan pada perusahaan-perusahaan pribumi agar mereka bisa berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Tapi, usaha ini gagal. Pengusaha pribumi memiliki sifat yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi.
  3. Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951, lewat UU No 24 Tahun 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
  4. Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mendagri kala itu, Iskak Cokrohadisuryo. Langkah yang dilakukan adalah menggalang kerja sama antara pengusaha Cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha nonpribumi wajib memberikan latihan-latihan kepada pengusaha pribumi. Sementara itu, pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini pun tidak berjalan dengan baik. Pengusaha pribumi kurang berpengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
  5. Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar (KMB), termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya, banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya, sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut.

Sumber : http://koran.republika.co.id/koran/203/137181/Ekonomi_Indonesia_dari_Masa_ke_Masa

No responses yet

Jun 16 2011

Ekonomi Indonesia dari Masa ke Masa

Published by under Artikel

Keadaan Ekonomi pada masa Pascakemerdekaan (1945-1950)

Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk. Penyebabnya antara lain:

  1. Inflasi yang sangat tinggi, akibat beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Ketika itu, untuk sementara waktu Pemerintah RI menyatakan ada tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI. Mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang.
  2. 6 Maret 1946, Panglima Allied Forces for Netherlands East Indies (AFNEI) atau pasukan sekutu mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu.
  3. Oktober 1946, Pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Banyaknya jumlah uang yang beredar sesuai dengan teori moneter ini terbukti memengaruhi kenaikan tingkat harga.
  4. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
  5. Kas negara kosong.
  6. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.

Adapun usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi yang timbul, antara lain:

  1. Februari 1946: Konferensi ekonomi dengan tujuan memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, seperti produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
  2. Juli 1946: Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh Menteri Keuangan Ir  Surachman dengan persetujuan BP-KNIP.
  3. Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mengadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatra dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
  4. 19 Januari 1947: Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi).
  5. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948 dengan mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
  6. Kasimo Plan, yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik.

Sumber : http://koran.republika.co.id/koran/203/137181/Ekonomi_Indonesia_dari_Masa_ke_Masa

No responses yet

Jun 06 2011

Kisi-kisi UKK

KISI-KISI UKK – EKONOMI KELAS X

  • Disajikan macam-macam ilmu ekonomi, siswa dapat menentukan ekonomi mikro
  • Disajikan macam-macam ilmu ekonomi, siswa dapat menentukan ekonomi makro
  • Disajikan beberapa masalah ekonomi, siswa dapat menentukan inti masalah ekonomi
  • Disajikan dampak penerapan teknologi, siswa dapat menentukan dampak negatif
  • Disajikan struktur ekonomi, siswa dapat menentukan sektor dominan di negara berkembang
  • Disajikan dampak distribusi pendapatan, siswa dapat menentukan dampak distribusi pendapatan yang tidak merata
  • Disajikan akibat pertumbuhan penduduk, siswa dapat menentukan akibatnya
  • Disajikan beberapa kelemahan Indonesia, siswa dapat menentukan penyebab keterbelakangan
  • Disajikan penyebab kemiskinan, siswa dapat menentukan penyebab kemiskinan sosial budaya
  • Disajikan kondisi di Indonesia, siswa dapat menentukan akibat ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah
  • Disajikan beberapa definisi, siswa dapat menentukan definisi pendapatan nasional
  • Disajikan beberapa unsur pendapatan nasional, siswa dapat menentukan unsur yang membedakan GNP dengan GDP.
  • Disajikan macam-macam pendekatan, siswa dapat menentukan pendekatan penerimaan
  • Disajikan komponen pendapatan nasional, siswa dapat menentukan pendekatan pengeluaran
  • Disajiikan rumus pendapatan nasional, siswa dappat menetukan rumus pendekatan pendapatan
  • Disajikan data komponen pendapatan nasional, siswa dapat menentukan besarnya pendapatan nasional dari pendekatan pendapatan
  • Disajikan data komponen pendapatan nasional, siswa dapat menentukan besarnya pendapatan nasional dari pendekatan pengeluaran
  • Disajikan beberapa perhitungan, siswa dapat menentukan perhitungan pendapatan per kapita
  • Disajikan beberapa faktor, siswa dapat menentukan faktor penentu pendapatan per kapita
  • Disajikan beberapa definisi, siswa dapat mendefinisikan inflasi
  • Disajikan beberapa dampak inflasi, siswa dapat menentukan jenis inflasi
  • Disajikan beberapa hal tentang inflasi, siswa dapat menentukan pembagian inflasi
  • Disajikan penyebab inflasi, siswa dapat menentukan dampak demand pull inflation
  • Disajikan beberapa dampak inflasi, siswa dapat menentukan yang tidak termasuk cara mengatasi inflasi
  • Disajikan beberapa rumus pendapatan, siswa dapat menentukan rumus pendapatan yang digunakan untuk konsumsi dan tabungan
  • Disajikan beberapa persamaan pendapatan nasional, siswa dapat menentukan BEP
  • Disajikan beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi dan investasi, siswa dapat menentukan yang mempengaruhi konsumsi
  • Disajikan beberapa faktor yang mempengaruhi tabungan dan investasi, siswa dapat menentukan yang mempengaruhi tabungan
  • Disajikan beberapa fungsi tabungan, siswa dapat menentukan fungsi tabungan dari fungsi konsumsi
  • Disajikan beberapa hasil perhitungan, siswa dapat menentukan besarnya tabungan
  • Disajikan beberapa fungsi konsumsi, siswa dapat menentukan fungsi konsumsi dari data pendapatan dan konsumsi
  • Disajikan fungsi konsumsi, siswa dapat menentukan BEP (keseimbangan)
  • Disajikan beberapa faktor yang mempengaruhi tabungan dan investasi, siswa dapat menentukan yang mempengaruhi investasi
  • Disajikan fungsi uang, siswa dapat menentukan fungsi asli uang
  • Disajikan fungsi uang, siswa dapat menentukan fungsi turunan uang
  • Disajikan beberapa lembaga, siswa dapat menentukan yang mempunyai hak edar uang
  • Disajikan beberapa macam uang, siswa dapat menentukan macam uang giral
  • Disajikan fungsi bank, siswa dapat menentukan fungsi utama bank
  • Disajikan beberapa jenis bank, siswa dapat menentukan jenis bank berdasar UU
  • Disajikan beberapa tugas bank, siswa dapat menentukan tugas pokok bank sentral
  • Disajikan data, siswa dapat menentukan besarnya tingkat harga berdasarkan rumus Irving Fisher
  • Disaikan sistem operasional bank, siswa dapat menentukan sistem yang dipakai oleh bank syariah
  • Disajikan beberapa manfaat kredit, siswa dapat menentukan tujuan kredit
  • Disajikan beberapa syarat kredit, siswa dapat menentukan syarat kredit dari sudut kepribadian
  • Disajikan beberapa kebijakan pemerintah, siswa dapat menentukan kebijakan moneter
  • Disajikan beberapa cara pengambilan kebijakan, siswa dapat menentukan cara yang diambil dari sudut moneter
  • Disajikan cara yang ditempuh pmerintah, siswa dapat menentukan cara politik pasar terbuka
  • Disajikan beberapa cara mengatasi inflasi, siswa dapat menentukan kebijakan politik diskonto
  • Disajikan beberapa istilah, siswa dapat menentukan kebijakan yang diambil pemerintah dengan memotong nilai mata uang

Comments Off