Sep
25
2011
Seperti dibahas dalam materi ekonomi tingkat SMA, dimana secara umum sistem ekonomi yang dikenal oleh masyarakat dunia dibedakan dalam 4 macam, yakni (1) Sistem Ekonomi Tradisional (2) Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (3) Sistem Ekonomi Liberal/Kapitalis dan (4) Sistem Ekonomi Campuran. Pembedaan sistem ekonomi (baca : nomor 2 dan 3) semata dikarenakan perbedaan latar belakang dari masing-masing negara terutama perbedaan ideologi dan sistem pemerintahan negara yang bersangkutan. Karena berbagai kelemahan dari kedua sistem ekonomi besar tersebut, ada keinginan untuk mengakomodir kebaikan-kebaikan dan mengeliminir kelemahan-kelemahan dari keduanya menjadi satu sistem ekonomi baru yang kita kenal dengan sistem ekonomi campuran. Pada kenyataan yang terjadi di masyarakat, tidak ada satu sistem ekonomi-pun (SE. 1-4) yang dapat dilaksanakan sebagaimana prinsip-prinsip yang dibakukan oleh sistem ekonomi yang bersangkutan, banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi jalannya suatu sistem ekonomi, dalam ekonomi dikenal dengan istilah ‘tidak ceteris paribus‘.
Krisis mulai terasa pada akhir tahun 2009, dan semakin gencar dibicarakan pertengahan tahun 2010. Tanggal 2 Mei 2010, IMF menyetujui paket bail out (pinjaman) sebesar €110 milyar untuk Yunani, €85 milyar untuk Irlandia, dan €78 milyar untuk Portugal. Krisis di negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjurus terjadinya krisis global. Krisis di Eropa dan Amerika dipicu terjadinya krisis utang di kedua belahan dunia tersebut, dan sementara pertumbuhan ekonominya jeblok sehingga kesulitan dalam upaya pemulihannya. Krisis di Amerika berawal dari banyaknya kredit macet di bidang property yang berdampak domino, perbankan dan perusahaan-perusahaan besar banyak yang bangkrut otomatis pengangguran terbuka merajalela. Pemerintah Amerika juga terpaksa memberikan bailout untuk menyelamatkan perbankan di sana, namun hasilnya tidak signifikan. Selain sebab di atas, defisit negeri Paman Sam ini juga disebabkan biaya perang (di Irak, Afganistan) yang terus membengkak dan belum bisa diprediksi sampai kapan berakhir.
Kondisi tersebut membuktikan rontoknya sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi kapitalis bukan lagi merupakan sistem ekonomi yang ampuh dan sudah saatnya digantikan sistem ekonomi yang berpedoman pada ajaran dari Tuhan yaitu sistem ekonomi syari’ah, karena aturan Allah SWT pasti sempurna.
Dalam beberapa media, Paus Benediktus (Pimpinan Gereja di Vatikan) menuding ekonomi yang semata-mata didorong oleh laba sebagai penyebab kesengsaraan ekonomi Eropa. Dibagian lain Paus mengatakan ekonomi harus dipandu oleh etika dan melayani kepentingan umum, bukannya semata ‘maksimalisasi keuntungan’.
Continue Reading »
Sep
17
2011
BNI 46 adalah bank pertama yang dimiliki bangsa ini sejak memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka pada 17 Agustus 1945. Sejak 1946 BNI telah mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa, sehingga tidak diragukan lagi akan profesionalismenya baik dibidang sumber daya manusia maupun infrastruktur perbankan. Terbukti saat Indonesia dilanda krisis moneter dimana banyak perbankan nasional termasuk beberapa bank ‘plat merah’ di-merger bahkan ada beberapa bank swasta harus dilikuidasi karena mengalami kesulitan likuiditas, namun BNI 46 tetap eksis. Hal ini cukup sebagai bukti bahwa BNI 46 sebagai bank yang bonafide.
Seiring dengan semakin diakuinya sistem syari’ah sebagai salah satu subsystem perekonomian di beberapa negara tak terkecuali di negara kapitalis, maka BNI 46 sejak 29 April 2000 ikut mengepakkan sayapnya dengan mendirikan Unit Usaha Syari’ah yang dari tahun ke tahun akan bertambah untuk menjangkau dan melayani masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Keberadaan perbankan sangat dibutuhkan masyarakat untuk menyimpan dana dan sebagai penyedia sumber dana bagi pelaku ekonomi (pengusaha).
Dalam kehidupan perekonomian di Indonesia mayoritas masih didominasi oleh perbankan konvensional, hal ini bisa dimaklumi karena keberadaan mereka jauh lebih dahulu dibandingkan sistem syari’ah yang notabene baru diperkenalkan ke masyarakat Indonesia pada tahun 1990an. Dengan kenyataan diatas, merupakan kesempatan BNI 46 Syari’ah untuk menjaring UMKM sebagai penggerak perekonomian lapis bawah yang terbukti paling eksis terhadap krisis ekonomi serta paling banyak membantu pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja. Walau dari tahun ke tahun semakin banyak perbankan konvensional membuka unit usaha syari’ah, namun bagi BNI 46 Syariah tentu bukan halangan untuk memperoleh ‘kue’ lebih banyak dibanding bank syari’ah lain berdasarkan pengalaman, pelayanan dan jaringan yang dimiliki BNI 46 Syari’ah. Sudah barang tentu program sosialisasi dan jemput bola harus ditingkatkan agar pemahaman sistem syari’ah semakin dipahami oleh masyarakat. Salah satu bentuk ssialisasi yang perlu dilakukan adalah lewat dunia pendidikan sehingga informasi yang diterima para siswa/mahasiswa akan disampaikan kepada orang tua mereka. Program ini juga sebagai bentuk kepedulian dunia perbankan terhadap pendidikan di tanah air.
Sep
14
2011
Bulan Syawal adalah bulan peningkatan dalam segala macam bentuk amal kebaikan. Barang siapa yang dapat meningkatkan amalan kebaikan mulai bulan Syawal dan mempertahankan selama sepuluh bulan kedepanhi ngga Ramadhan tahun berikutnya, itulah mereka yang beruntung.
Sejak Selasa, 13 September 2011 di SMA Negeri 7 Yogyakarta ada kebiasaan baru yang diambil oleh kepala sekolah ibu Dra. Reni Herawati, M.PD.B.I. yaitu :
Pertama : Jam masuk sekolah : 07.10 WIB
Kedua : Sebelum jam pertama dimulai, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” yang dipandu dengan iringan musik secara sentral sementara guru dan siswa dengan sikap sempurna di kelas masing-masing menyanyikan lagu kebanggaan rakyat Indonesia tersebut dan dilanjutkan dengan berdo’a.
Kebijakan ini diambil menindaklanjuti kebijakan pemerintah yang merasa prihatin terhadap tingkat kecintaan dan kebanggaan rakyat terhadap negaranya yang semakin memudar. Memang untuk meningkatkan kecintaan dan kebanggaan khususnya para siswa terhadap negara dan bangsanya tidak cukup dengan sekedar menyanyikan lagu Indonesia Raya, tetapi justru suri tauladan dan bimbingan dari generasi sebelumnya yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini.
Semoga dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan ini sedikit-demi sedikit kecintaan rakyat terhadap negaranya dapat ditingkatkan. Maju terus bangsaku.