Sep 17 2011

Maju Bersama BNI 46 Syariah

Published by under Artikel

BNI 46 adalah bank pertama yang dimiliki bangsa ini sejak memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka pada 17 Agustus 1945. Sejak 1946 BNI telah mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa, sehingga tidak diragukan lagi akan profesionalismenya baik dibidang sumber daya manusia maupun infrastruktur perbankan. Terbukti saat Indonesia dilanda krisis moneter dimana banyak perbankan nasional  termasuk beberapa bank ‘plat merah’ di-merger bahkan ada beberapa bank swasta harus dilikuidasi karena mengalami kesulitan likuiditas, namun BNI 46 tetap eksis. Hal ini cukup sebagai bukti bahwa BNI 46 sebagai bank yang bonafide.

Seiring dengan semakin diakuinya sistem syari’ah sebagai salah satu subsystem perekonomian di beberapa negara tak terkecuali di negara kapitalis, maka BNI 46 sejak 29 April 2000 ikut mengepakkan sayapnya dengan mendirikan Unit Usaha Syari’ah yang dari tahun  ke tahun akan bertambah untuk menjangkau dan melayani masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Keberadaan perbankan sangat dibutuhkan masyarakat untuk menyimpan dana dan sebagai penyedia sumber dana bagi pelaku ekonomi (pengusaha).

Dalam kehidupan perekonomian di Indonesia mayoritas masih didominasi oleh perbankan konvensional, hal ini bisa dimaklumi karena keberadaan mereka jauh lebih dahulu dibandingkan sistem syari’ah yang notabene baru diperkenalkan ke masyarakat Indonesia pada tahun 1990an. Dengan kenyataan diatas, merupakan kesempatan BNI 46 Syari’ah untuk menjaring UMKM sebagai penggerak perekonomian lapis bawah yang terbukti paling eksis terhadap krisis ekonomi serta paling banyak membantu pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja. Walau dari tahun ke tahun semakin banyak perbankan konvensional membuka unit usaha syari’ah, namun bagi BNI 46 Syariah tentu bukan halangan untuk memperoleh ‘kue’ lebih banyak dibanding bank syari’ah lain berdasarkan pengalaman, pelayanan dan jaringan yang dimiliki BNI 46 Syari’ah. Sudah barang tentu program sosialisasi dan jemput bola harus ditingkatkan agar pemahaman sistem syari’ah semakin dipahami oleh masyarakat. Salah satu bentuk ssialisasi yang perlu dilakukan adalah lewat dunia pendidikan sehingga informasi yang diterima para siswa/mahasiswa akan disampaikan kepada orang tua mereka. Program ini juga sebagai bentuk kepedulian dunia perbankan terhadap pendidikan di tanah air.

No responses yet

Sep 14 2011

Indonesia Raya Berkumandang Tiap Pagi

Bulan Syawal adalah bulan peningkatan dalam segala macam bentuk amal kebaikan. Barang siapa yang dapat meningkatkan amalan kebaikan mulai bulan Syawal dan mempertahankan selama sepuluh bulan kedepanhi ngga Ramadhan tahun berikutnya, itulah mereka yang beruntung.

Sejak Selasa, 13 September 2011 di SMA Negeri 7 Yogyakarta ada kebiasaan baru yang diambil oleh kepala sekolah ibu Dra. Reni Herawati, M.PD.B.I.  yaitu :
Pertama : Jam masuk sekolah : 07.10 WIB
Kedua : Sebelum jam pertama dimulai, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”  yang dipandu dengan iringan musik secara sentral sementara guru dan siswa dengan sikap sempurna di kelas masing-masing menyanyikan lagu kebanggaan rakyat Indonesia tersebut dan dilanjutkan dengan berdo’a.

Kebijakan ini diambil menindaklanjuti kebijakan pemerintah yang merasa prihatin terhadap tingkat kecintaan dan kebanggaan rakyat terhadap negaranya yang semakin memudar. Memang untuk meningkatkan kecintaan dan kebanggaan khususnya para siswa terhadap negara dan bangsanya tidak cukup dengan sekedar menyanyikan lagu Indonesia Raya, tetapi justru suri tauladan dan bimbingan dari generasi sebelumnya yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini.

Semoga dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan ini sedikit-demi sedikit kecintaan rakyat terhadap negaranya dapat ditingkatkan. Maju terus bangsaku.

One response so far

Aug 31 2011

Selamat Datang Bulan Peningkatan

Published by under Artikel

Pada hari ini Rabu, 1 Syawal 1432 H bertepatan dengan 31 Agustus 2011 umat Islam berduyun-duyun mendatangi tanah lapang atau masjid-masjid guna melaksanakan shalat ‘Idul Fitri sebagai pertanda hadirnya bulan peningkatan setelah kita malaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebagai batu ujian sebagai menggapai amanat Al-Qur’an surat Al-Baqarah 183 agar menjadi umat yang muttaqin.

Selepas bulan Ramadhan bukan berarti kita bebas merdeka, justru tantangan semakin berat. Ibarat anak sekolah, bulan Ramadhan merupakan saat ujian kenaikan kelas dimana untuk menghadapi ujian siswa dituntut untuk menguasai semua materi yang ada dalam buku referansi yang pada saat ujian datang dapat mengerjakan dengan baik dan mendapatkan nilai yang baik pula. Nilai yang baik inilah syarat naik kelas. Jadi bagi umat Islam memasuki bulan Syawal dan seterusnya harus mempertahankan dan meningkatkan segala amal ibadah yang selama bulan Ramadhan telah diamalkan. Barang siapa yang dapat mempertahankan dan meningkatkan amalan di bulan Ramadhan  selama sebelas bulan ke depan, merekanalh yang termasuk orang yang menang.

Pada kesempatan yang baik ini, saya dan keluarga mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI,  MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN, MOHON MAAF SEGALA SALAH DAN KHILAF LAHIR BATIN. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diridhai dan diterima oleh ALLAH SWT. AMIN.

One response so far

Aug 24 2011

Tryout : Kebutuhan dan Sistem Ekonomi

Published by under Ulangan Online

Para siswa yang saya banggakan,

Untuk mengisi waktu libur Anda, sebagaimana telah saya sampaikan di kelas, kita kenalkan salah satu cara untuk melakukan evaluasi terhadap kemampuan seseorang yaitu dengan cara CBT (Computer Based Test). Yaitu tes yang dilakukan secara online yang berbasis komputer.
Hal ini perlu saya sampaikan kepada Anda, karena di tingkat perguruan tinggi sistim ini telah diterapkan khususnya dalam rangka menjaring mahasiswa baru, selain cara konvensional PBT (Paper Based test) masih diberlakukan.

Tentu saja setiap sistim mengandung kelebihan dan kekurangan. Ulangan online ini selain menambah wawasan siswa juga dalam rangka menunjang ‘Pendidikan Karakter’, karena ulangan online ini dikerjakan di manapun dan kapanpun tanpa diawasi oleh orang lain kecuali Tuhan yang Maha Esa. Maka KEJUJURAN dan KEMANDIRIAN sangat dijunjung tinggi.

Bacalah ketentuan yang tertera pada halaman pertama dengan cermat, khususnya dalam menuliskan identitas diri.
Untuk mengakhiri tekan tombol “SUBMIT” kemudian ‘YES’

Untuk  diketahui dan dimengerti,
Ulangan online kali ini mengalami hambatan, seharusnya setelah peserta menakan tombol ‘submit’  secara otomatis jawaban dikirim ke email guru, tetapi sampai hari ini server pembuat software tidak mengirim kembali ke email guru sehingga jawaban tidak dapat diketahui oleh guru.
Maka dari itu, pada kesempatan ini soal tetap diakses tetapi sebatas latihan/tryout dan sebagai persiapan mid semester, karena nilai tidak dapat masuk. Demikian harap maklum.
Halaman soal akan muncul sebagai TAB baru pada browser dan kecepatan membuka soal sangat tergantung koneksi internet di masing-masing PC.
SELAMAT MENCOBA 

Klik : BUKA SOAL TRYOUT

7 responses so far

Aug 14 2011

Mini Banking in School?

Published by under Artikel

Jika jurusan IPA mempunyai lab. Kimia, Lab. Biologi, Lab. Fisika, tentunya jurusan IPS juga mempunyai laboratorium yang mencirikan ke-IPS-annya, misalnya LAB. EKONOMI. Sudah berselancar ke internet tentang lab. ekonomi tetapi belum juga menemukan contoh lab. ekonomi di SMA.

Sebagai ide awal untuk merintis adanya lab. ekonomi di SMA Negeri 7 Yogyakarta, kita menjalin kerjasama dengan suatu bank untuk mendirikan “MINI BANKING” di lingkungan sekolah. Pada tahap awal dilakukan sosialisasi oleh pihak bank kepada seluruh siswa, tahap selanjutnya karyawan bank membina beberapa orang siswa dalam melakukan tugas sebagai ‘teller‘ dan siswa menabung dalam jumlah yang relatif kecil misalnya sehari menabung dua ribu rupiah. Selain kegiatan menabung nantinya juga melayani penarikan tabungan. Jam buka bank mini ini pada saat istirahat sekolah.
Jika dinilai oleh pihak bank unjuk kerja para siswa ini telah baik, maka secara bertahap bank mini sepenuhnya ditangani oleh siswa dan petugas bank melakukan pengawasan baik online maupun langsung ke sekolah  secara periodik. Ketrampilan yang telah dimiliki oleh siswa yang telah dilatih akan digulirkan ke siswa lain sehingga terjadi transfer of knowledge.

Jika telah dinilai bagus, kedepan dikembangkan untuk dapat melayani tabungan masyarakat sekitar, bahkan tidak menutup kemungkinan di bank mini tersebut juga terdapat fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (Automatic Teller Machine).

Dengan cara untuk mendekatkan antara dunia usaha dengan sekolah, sehingga terjalin kerjasama yang saling menguntungkan dan sekaligus menambah wawasan siswa terhadap dunia usaha.

Bagaimana pendapat Anda?

One response so far

Aug 09 2011

Tiga Masalah Pokok Perekonomian

Materi ke 3 : MASALAH POKOK PEREKONOMIAN

Masalah pokok ekonomi dapat ditinjau dari 2 sudut pandang:

Menurut Teori Klasik, yang dipelopori oleh Adam Smith terdiri dari :

1. PRODUKSI Produksi adalah segala tindakan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai guna / manfaat dari suatu barang.

Karena sifat manusia yang tidak pernah mengalami tingkat kepuasan yang hakiki, maka berapapun yang diproduksi selalu tidak pernah mencukupi kebutuhan manusia; sehingga selama itu pula produksi menjadi masalah pokok ekonomi.

 

2. DISTRIBUSI Distribusi adalah segala kegiatan yang ditujukan untuk menyampaikan atau menyalurkan barang hasil produksi dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen akhir/pemakai.

Yang termasuk kegiatan distribusi diantaranya : Pengemasan, pensortiran/pemilahan, pengepakan, penyimpanan/pergudangan, pengangkutan, dll

Distribusi dapat dibedakan menjadi 2 cara :

  1. Distribusi langsung, dimana barang hasil produksi langsung disalurkan ke konsumen akhir/pemakai.
  2. Distribusi tidak  langsung, dimana dalam penyalurannya melalui beberapa perantara, seperti : agen, grosir, eksportir, importir, komisioner, makelar, pedagang eceran, dll. Semakin panjang mata rantai penyaluran sangat dimungkinkan harga yang ditanggung konsumen akhir lebih mahal.

 

3. KONSUMSI Konsumsi adalah segala tindakan yang tujuannya menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang.

Kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh 2 faktor :

1. Faktor Internal, seperti : pendapatan, selera karakter, kepribadian, motivasi.

2. Faktor Eksternal, seperti : kebudayaan, peradaban, lingkungan, status sosial, kebijakan pemerintah, dll.

 

Menurut Teori Modern

Menurut Paul A Samuelson, seorang pakar ekonomi, membedakan masalah pokok yang dihadapi oleh perekonomian, yaitu :

1. Apa yang akan diproduksi (What) Karena keterbatasan sumber daya faktor produksi, maka harus hal yang tidak mungkin akan memproduksi sebanyak-banyaknya, maka harus dilakukan pemilihan barfang apa yang harus diproduksi serta berapa jumlahnya.

2. Bagaimana proses produksinya (How) Hal ini sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya faktor produksi dari setiap wilayah/negara. Bagi negara maju akan menggunakan faktor produksi padat modal dengan teknologi majunya, sementara bagi negara yang berkembang akan menerapkan teknologi menengah tanpa mengesampingkan pendayagunaan sumber daya manusia yang ada sehingga tidak terjadi pengangguran yang tinggi.

3. Untuk siapa hasil produksi ditujukan (for Whom) Untuk masalah yang satu ini, pertimbangan ditujukan bagaimana caranya agar hasil produksi dapat memenuhi kebutuhan utama masyarakat serta dengan tingkat harga yang terjangkau oleh masyarakat yang menjadi pangsa pasarnya.

 

Menurut Richard Lipsey, menambahkan permasalahan perokonomian secara makro, yaitu  tingkat inflasi, tingkat pengangguran dan kapasitas produksi.

 

Sumber : diambil dari berbagai buku termasuk Buku Sekolah Elektronik
Kepada para siswa dan pembaca diminta memberikan masukan demi kelengkapan materi tersebut.

 

No responses yet

Aug 04 2011

Kelangkaan dan Macamnya

Materi  ke 2 : KELANGKAAN dan macam-macam SUMBER DAYA

Pengertian Kelangkaan (Scarcity):

Menurut Lipsey, kelangkaan dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana jumlah kebutuhan manusia yang sangat tidak terbatas sementara sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat terbatas jumlahnya.

Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia.

Dalam ekonomi, sumber daya terdiri atas 4 faktor :

a. Sumber daya alam

Sumber daya ini digolongkan :

  1. SD. Alam yang dapat diperbarui (renewable resources), dimana sumber daya alam ini memiliki kemampuan untuk memperbarui baik secara alami maupun harus dengan campur tangan manusia.
  2. SD. Alam yang tidak dapat diperbarui (non renewable resources), yaitu sumber daya alam yang tidak mempunyai kemampuan memperbarui baik alami maupun oleh manusia. Misalnya berbagai macam tambang.

b. Sumber daya manusia

Digolongkan dalam :

Berdasar sifatnya, terdiri dari

  1. Tenaga kerja jasmani, yaitu tenaga kerja yang banyak membutuhkan kekuatan atau ketahanan fisik.
  2. Tenaga kerja rohani, diamana dalam melakukan pekerjaannya banyak membutuhkan daya pikir, daya kreasi, daya imajinasi

Berdasar kualitasnya, dapat dibagi dalam :

  1. Tenaga kerja terdidik, untuk melakukan pekerjaan disyaratkan memiliki pendidikan tertentu.
  2. Tenaga kerja terlatih, biasanya ketrampilan yang dimiliki dari pengalaman kerja atau pelatihan dibidang tertentu atau dengan shortcourse.
  3. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, untuk melakukan pekerjaannya tidak dituntut pendidikan atau latihan tertentu.

c. Sumber daya Modal Sumber daya modal dapat dibedakan  golongkan mnjadi :

Berdasarkan wujudnya, terdiri atas :

  1. Modal Uang
  2. Modal Barang, dapat berupa alat-alat produksi selain sumber daya alam
Berdasar bentuknya, terdiri atas :
  1. Modal nyata/ konkret, modal yang berupa uang atau barang
  2. Modal abstrak, modal yang tidak dapat dilihat fisiknya tetapi hasilnya dapat dilihat atau dirasakan. Misalnya pelayanan, keunggulan, nama baik, dll.

Berdasar sumbernya, terdiri atas :

  1. Modal Sendiri, yaitu modal yang bersumber dari pengusaha sendiri, segala resiko ditanggung sendiri.
  2. Modal Asing / pinjaman, adalah modal yang diperoleh dari pihak lain.

Berdasar Sifatnya, terdiri atas :

  1. Modal Lancar, adalah modal, yang umumnya berupa barang, yang dapat habis dipakai dalam satu atau beberapa kali proses produksi saja. Seperti bahan baku dan bahan penolong.
  2. Modal Tetap, adalah barang atau peralatan yang dapat digunakan dalam waktu yang lama dalam proses produksi. Kemampuan modal tetap dari tahun akan mengalami penurunan nilai dan kemampuan yang pada saat tertentu modal tersebut tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itu perusahaan harus mengganti dengan yang baru. Untuk mengantisipasi ketersediaan dana, maka emua modal tetap harus dilakukan penyusutan / depresiasi terhadap nilai perolehan modal tetap yang bersangkutan.

Berdasar Subyek / yang memiliki, terdiri atas :

  1. Modal perseorangan, yaitu modal yang dimiliki oleh seseorang yang sekaligus sebagai pemilik.
  2. Modal masyarakat, yaitu modal yang sumber dananya dari masyarakat

 

d. Skills/kewirausahaan Kemampuan seorang wirausaha/entrepreneurship dapat digolongkan menjadi :

  1. Management Skills, yaitu kemempuan seseorang untuk memanage atau mengkoordinasikan seluruh faktor produksi sehingga proses produksi tercapai efisiensi dan efektifitas yang tinggi tanpa mengurangi jumlah atau kualitas hasil produksinya.
  2. Organization Skills, yaitu kemampuan mengorganisasikan seluruh aspek perusahaan termasuk kemampuan mengorganisir lebih dari satu lembaga atau perusahaan.
  3. Technical Skills, yaitu kemampuan teknis tentang suatu proses produksi tertentu atau keahlian teknis tertentu.

 

Keempat sumber daya di atas dikenal dengan sebutan faktor produksi.

Penyebab kelangkaan, diantaranya :

  1. Perbedaan geografis
  2. Pertumbuhan penduduk
  3. Kemampuan produksi
  4. Perkembangan IPTEK
  5. Bencana alam
  6. Perang
  7. Sifat manusia yang tidak pernah puas
  8. Dll.

Sumber : diambil dari berbagai buku termasuk Buku Sekolah Elektronik
Kepada para siswa dan pembaca diminta memberikan masukan demi kelengkapan materi tersebut.

No responses yet

Aug 03 2011

BAZAR CERIA

Rebo Pon, 3 Pasa 1944 Be : Bertempat di Bangsal “Wiyata Mandala” SMA Negeri 7 Yogyakarta mulai jam 16.00 WIB berlangsung acara BAZAR CERIA (Bakda Ashar Cerita Agama). Acara buka bersama siswa-siswi SMA Negeri 7 Yka dengan agenda inti tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh ustad Muhammad Jumali Nur Ridho. Dalam tausiyahnya beliau berpesan agar generasi muda tidak kenal lelah dan putus asa dalam menggapai cita-cita namun jangan sampai lupa akan kewajiban agama dan senantiasa berbakti kepada orangtua. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh group musikal dari Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Setelah shalat maghrib berjamaah dilanjutkan dengan kegiatan mentoring oleh Rohis SMA Negeri 7 Yogyakarta.
Acara tersebut didukung sepenuhnya oleh Pocari Sweat dan Harian Jogja.

One response so far

Jul 30 2011

Komite Tidak Tetap TP 2011-2012

Setu Wage, 28 Ruwah 1944 Be : Bertempat di Bangsal “Wiyata Mandala” SMA Negeri 7 Yogyakarta mulai jam 09.30 WIB berlangsung pertemuan antara sekolah, komite tetap dan orangtua/wali siswa kelas X tahun pelajaran 2011-2012. Pertemuan dihadiri tidak kurang dari 180 orangtua/wali dari 207 siswa kelas X, mereka setia mengikuti jalannya acara hingga penghujung pertemuan jam 12.30 WIB.

Pada kesempatan pertama Kepala Sekolah yang baru Ibu  Dra. Reni  Herawati, M.Pd. B.I. yang meminta orangtua/wali untuk memotivasi putra-putrinya untuk memantapkan semangatnya walaupun ada diantaranya tidak sesuai dengan pilihan pertamanya. Selain itu beliau juga meminta kerjasama dan sumbang-sarannya demi kemajuan sekolah.

Kesempatan berikutnya ketua komite sekolah, Bapak Ir. Hadi Prabowo menyampaikan hasil dari PPDB dimana NUN yang diterima di SMA Negeri 7 dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Namun dari peserta KMS terdapat NUN rendah yang dikhawatirkan akan mempengaruhi proses KBM; untuk itu diminta kepada semua orangtua/wali agar senantiasa memotivasi agar semua dapat meraih cita-cita. Bagi keluarga kurang mampu dan berdomisili di luar kota Yogyakarta dapat mengurus bantuan pendidikan di kabupaten masing-masing karena pemerintah kota Yogyakarta hanya bertanggungjawab terhadap penduduk kota.

Pada kesempatan berikutnya, Bapak Drs. Bandono, MM. memaparkan program sekolah baik yang telah tercapai maupun program-program yang direncanakan. Program yang telah direalisasikan diantaranya pembangunan perpustakaan digital dan ICT Centre, juga ditetapkannya SMA Negeri 7 Yogyakarta sebagai Sekolah Model dan sebagai sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah yang akan melakukan studi banding.

Inti pertemuan kali ini adalah pembentukan anggota komite tidak tetap yang tiap kelas diwakili 2 orangtua siswa. Meraka adalah :
Kelas X.1 :
1. Dra. Nunuk (Nikmah) Fatkhiyati (Telepon : 0274-7454742)
2. Aris Madani (Telepon : 081328041026)

Kelas X.2 :
1. Ariswati Baruna, M.Si. (Telepon : 085729305094)
2. Dra. Sri Maryatun (Telepon : 081392241128)

Kelas X.3 :
1. Sugeng Raharjo (Telepon : 08164221123)
2. Nur Romadhon Hastini, S.Ag. (Telepon : 08122799328 / 0274-6509181)

Kelas X.4 :
1. Ir. Suryono (Telepon : 08122791699)
2. Soegeng Kalimanto, SE, MM. (Telepon : 081522544895 / 0274-6466154)

Kelas X.5 :
1. Dra. Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum. (Telepon : 08157943861)
2. Abadi (Telepon :085729472558 / 0274-7195181)

Kelas X.6 :
1. Mashar Syamsudin, Dipl. Prod. Eng (Telepon : 08128987359 / 0274-8216499)
2. Mustabsiroh, S.Ag. (Telepon : 0274-3048854)

Kelas X.7 :
1. Agus Zaenab Subekti (Telepon : 0274-2180296)
2. Christin Yayuk Sudiastuti (Telepon : 085643188938)

Selamat bekerja !

One response so far

Jul 20 2011

Kebutuhan dan macamnya

 

Materi ke 1 : KEBUTUHAN dan Macamnya

1. Pengertian Kebutuhan :

Pengertian kebutuhan dari berbagai buku ekonomi dapat dideskripsikan dengan susunan kalimat yang berbeda-beda, namun pada intinya sama, bahwasanya kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi guna menjaga kelangsungan hidup dan meningkatkan kemakmuran atau kesejahteraan sehingga tercapai kepuasan. (kepuasan bersifat relatif).

 

2. Kebutuhan manusia secara garis besar dapat dibedakan dalam 4 jenis ;

a. Berdasar Intensitas / tingkat kepentingan, dibedakan atas :

1. Kebutuhan Primer / Mutlak / Inti / Pokok / Dasar, Yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia mampu mempertahankan hidupnya. Kebutuhan ini secara umum terdiri sandang, pangan, dan papan. (disingkat SPP).

2. Kebutuhan Sekunder, yaitu kebutuhan yang baru dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini digunakan untuk melengkapi kebutuhan primer, sebingga disebut juga kebutuhan pelengkap.

3. Kebutuhan Tersier / Mewah, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya bertujuan untuk meningkatkan status sosial seseorang (prestise). Sudah barang tentu secara logis kebutuhan ini akan dipenuhi jika kedua kebutuhan sebelumnya sudah terpenuhi.

Secara logis urutan pemenuhan kebutuhan menurut intensitasnya adalah sesuai nomor urut di atas. Hal yang tidak mungkin seseorang akan memenuhi kebutuhan mewahnya sementara kebutuhan primernya tidak dipenuhi terlebih dahulu.

Suatu barang tidak dapat diklaim sebagai kebutuah sekunder atau kebutuhan tersier, misalnya TV, komputer, dll; hal ini sangat tergantung dari individu masing-masing. Bagi seseorang yang baru bisa mencukupi kebutuhan primer, maka komputer bisa dianggap sebagai barang mewah.

Khususnya kebutuhan pokok atau ada yang menyebut kebutuhan primer, menurut pandangan penulis untuk memperluas wawasan, istilah kebutuhan primer harus dibedakan dengan istilah kebutuhan pokok. Kebutuhan primer, jelas kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjaga kelangsungan hidup (agar hidup tetap hidup). Sementara kebutuhan pokok, dapat diartikan lebih luas lagi. Misalnya seorang tukang ojek kebutuhan primernya jelas SPP tetapi kebutuhan pokok dia sebagai tukang ojek adalah sepeda motor, karena tanpa itu dia tidak dapat melakukan pekerjaannya. Sehingga dapat disimpulkan, kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang berkaitan langsung dengan bidang pekerjaan masing-masing. (hal ini silakan didiskusikan).

b. Berdasarkan Sifat, dibedakan atas :

1. Kebutuhan Jasmani / Materiil / Badaniyah, yaitu segala kebutuhan yang ditujukan untuk memenuhi kepuasan atau kesempurnaan jasmani.

2. Kebutuhan Rohani / Batiniah / Spriritual / Jiwa, yaitu segala kebutuhan yang dibutuhkan untuk mencapai kepuasan atau ketenangan jiwa/batin

c. Berdasarkan Waktu Pemenuhan, dibedakan atas :

1. Kebutuhan Sekarang, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga dan tidak dapat ditunda. Jika kebutuhan ini ditunda bisa akan berakibat fatal, misalnya saat ini sedang sakit, maka harus segera diobati.

2. Kebutuhan Masa Datang, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya beberapa waktu yang akan datang, tetapi segala sesuatunya mulai sekarang sudah dipersiapkan. Misalnya akan pergi haji, maka mulai sekarang sudah menabung agar pada saatnya nati uang yang diperlukan mencukupi.

3. Kebutuhan Insidental, yaitu kebutuhan yang tidak tentu waktu pemenuhannya.

4. Kebutuhan Sepanjang Waktu, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan sepanjang waktu atau dalam waktu yang lama. Misalnya kebutuhan akan ilmu dengan belajar.

d. Berdasar Subyek (yang membutuhkan), dibedakan atas :

1. Kebutuhan Individu / perorangan, yaitu kebutuhan yang diperuntukkan bagi perseorangan yang berfisat pribadi. Misal, kebutuhan ayah akan berbeda dengan kebutuhan ibu, begitu juga untuk masing-masing anak.

2. Kebutuhan kelompok / Kolektif, yaitu segala sesuatu yang manfaatnya dirasakan bersama oleh beberapa orang atau kelompok orang di masyarakat.

e. Menurut Sosio-Budaya, dibedakan atas :

1. Kebutuahn Sosial, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya dipengaruhi oleh kedudukan atau tingkat sosial seseorang dalam suatu lingkungan sosial dimana dia berada. Misalnya seorang dokter dia akan memenuhi kebutuhannya sesuai kedudukannya sebagai dokter, maka akan berbeda dengan seseorang yang berprofesis sebagai sopir taxi.

2. Kebutuhan Psikologis, jenis ini bisa dikatakan sama dengan kebutuhan rohani, karena hasil dari pemenuhan kebutuhan ini tidak dapat diukur dengan uang dan hanya dapat dirasakan oleh orang tersebut walaupun untuk memenuhi kebutuhan tersebut adakalanya juga diperlukan pengorbanan materiil (uang). Semisal kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan mendapatkan status sosial yang lebih tinggi dengan membeli mobil yang lebih bagus, dan sebagainya.

 

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan :

a. Tingkat Pendapatan

b. Lingkungan Alam

c. Lingkungan / Status Sosial

d. Akulturasi Budaya / Adat Istiadat

e. Agama / Kepercayaan

f. Kemajuan Teknologi

g. Usia

h. Jenis Kelamin / gender

i. Perkembangan IPTEK

j. Perdagangan Internasional

k. Promosi / iklan

l. dan lainnya.

 

Sumber : diambil dari berbagai buku termasuk Buku Sekolah Elektronik

Kepada para siswa dan pembaca diminta memberikan masukan demi kelengkapan materi tersebut.

Materi Ekonomi Kelas X

Materi ke 1

 

1. Pengertian Kebutuhan :

Pengertian kebutuhan dari berbagai buku ekonomi dapat dideskripsikan dengan susunan kalimat yang berbeda-beda, namun pada intinya sama, bahwasanya kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi guna menjaga kelangsungan hidup dan meningkatkan kemakmuran atau kesejahteraan sehingga tercapai kepuasan. (kepuasan bersifat relatif).

 

2. Kebutuhan manusia secara garis besar dapat dibedakan dalam 4 jenis ;

a. Berdasar Intensitas / tingkat kepentingan, dibedakan atas :

1. Kebutuhan Primer / Mutlak / Inti / Pokok / Dasar, Yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia mampu mempertahankan hidupnya. Kebutuhan ini secara umum terdiri sandang, pangan, dan papan. (disingkat SPP).

2. Kebutuhan Sekunder, yaitu kebutuhan yang baru dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini digunakan untuk melengkapi kebutuhan primer, sebingga disebut juga kebutuhan pelengkap.

3. Kebutuhan Tersier / Mewah, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya bertujuan untuk meningkatkan status sosial seseorang (prestise). Sudah barang tentu secara logis kebutuhan ini akan dipenuhi jika kedua kebutuhan sebelumnya sudah terpenuhi.

Secara logis urutan pemenuhan kebutuhan menurut intensitasnya adalah sesuai nomor urut di atas. Hal yang tidak mungkin seseorang akan memenuhi kebutuhan mewahnya sementara kebutuhan primernya tidak dipenuhi terlebih dahulu.

Suatu barang tidak dapat diklaim sebagai kebutuah sekunder atau kebutuhan tersier, misalnya TV, komputer, dll; hal ini sangat tergantung dari individu masing-masing. Bagi seseorang yang baru bisa mencukupi kebutuhan primer, maka komputer bisa dianggap sebagai barang mewah.

Khususnya kebutuhan pokok atau ada yang menyebut kebutuhan primer, menurut pandangan penulis untuk memperluas wawasan, istilah kebutuhan primer harus dibedakan dengan istilah kebutuhan pokok. Kebutuhan primer, jelas kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjaga kelangsungan hidup (agar hidup tetap hidup). Sementara kebutuhan pokok, dapat diartikan lebih luas lagi. Misalnya seorang tukang ojek kebutuhan primernya jelas SPP tetapi kebutuhan pokok dia sebagai tukang ojek adalah sepeda motor, karena tanpa itu dia tidak dapat melakukan pekerjaannya. Sehingga dapat disimpulkan, kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang berkaitan langsung dengan bidang pekerjaan masing-masing. (hal ini silakan didiskusikan).

b. Berdasarkan Sifat, dibedakan atas :

1. Kebutuhan Jasmani / Materiil / Badaniyah, yaitu segala kebutuhan yang ditujukan untuk memenuhi kepuasan atau kesempurnaan jasmani.

2. Kebutuhan Rohani / Batiniah / Spriritual / Jiwa, yaitu segala kebutuhan yang dibutuhkan untuk mencapai kepuasan atau ketenangan jiwa/batin

c. Berdasarkan Waktu Pemenuhan, dibedakan atas :

1. Kebutuhan Sekarang, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga dan tidak dapat ditunda. Jika kebutuhan ini ditunda bisa akan berakibat fatal, misalnya saat ini sedang sakit, maka harus segera diobati.

2. Kebutuhan Masa Datang, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya beberapa waktu yang akan datang, tetapi segala sesuatunya mulai sekarang sudah dipersiapkan. Misalnya akan pergi haji, maka mulai sekarang sudah menabung agar pada saatnya nati uang yang diperlukan mencukupi.

3. Kebutuhan Insidental, yaitu kebutuhan yang tidak tentu waktu pemenuhannya.

4. Kebutuhan Sepanjang Waktu, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan sepanjang waktu atau dalam waktu yang lama. Misalnya kebutuhan akan ilmu dengan belajar.

d. Berdasar Subyek (yang membutuhkan), dibedakan atas :

1. Kebutuhan Individu / perorangan, yaitu kebutuhan yang diperuntukkan bagi perseorangan yang berfisat pribadi. Misal, kebutuhan ayah akan berbeda dengan kebutuhan ibu, begitu juga untuk masing-masing anak.

2. Kebutuhan kelompok / Kolektif, yaitu segala sesuatu yang manfaatnya dirasakan bersama oleh beberapa orang atau kelompok orang di masyarakat.

e. Menurut Sosio-Budaya, dibedakan atas :

1. Kebutuahn Sosial, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya dipengaruhi oleh kedudukan atau tingkat sosial seseorang dalam suatu lingkungan sosial dimana dia berada. Misalnya seorang dokter dia akan memenuhi kebutuhannya sesuai kedudukannya sebagai dokter, maka akan berbeda dengan seseorang yang berprofesis sebagai sopir taxi.

2. Kebutuhan Psikologis, jenis ini bisa dikatakan sama dengan kebutuhan rohani, karena hasil dari pemenuhan kebutuhan ini tidak dapat diukur dengan uang dan hanya dapat dirasakan oleh orang tersebut walaupun untuk memenuhi kebutuhan tersebut adakalanya juga diperlukan pengorbanan materiil (uang). Semisal kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan mendapatkan status sosial yang lebih tinggi dengan membeli mobil yang lebih bagus, dan sebagainya.

 

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan :

a. Tingkat Pendapatan

b. Lingkungan Alam

c. Lingkungan / Status Sosial

d. Akulturasi Budaya / Adat Istiadat

e. Agama / Kepercayaan

f. Kemajuan Teknologi

g. Usia

h. Jenis Kelamin / gender

i. Perkembangan IPTEK

j. Perdagangan Internasional

k. Promosi / iklan

l. dan lainnya.

 

Sumber : diambil dari berbagai buku termasuk Buku Sekolah Elektronik

Kepada para siswa dan pembaca diminta memberikan masukan demi kelengkapan materi tersebut.

No responses yet

« Prev - Next »